Getting Pregnant while Nursing Ermaryam

Published Januari 6, 2012 by Anni Marliansyah

Mengandung dan menyusui merupakan hal luar biasa bagi seorang wanita yang tentunya harus disyukuri. Tapi bagaimana ceritanya kalau terjadi dalam waktu yang bersamaan?? Ternyata bagi saya sih jadinya “be-ra-be”. Bukan hanya berabe sih, lebih dari itu sepertinya, tepatnya “ga-wat”.  Tentu saja pantas disebut gawat bila nyawa jadi taruhan.

Ketika diketahui tengah mengandung untuk yang kedua kalinya, saya bertekad untuk  terus menyusui si sulung Ermaryam yang pada saat itu berusia 13 bulan.

Menjelang usia kandungan 2 bulan –saat saya harus menghidupi tiga nyawa sekaligus (janin yang saya kandung, ermaryam, dan saya sendiri tentunya)– morningsickness kembali saya rasakan persis seperti saat mengandung Ermaryam dulu. Makan sedikit, minum pun sedikit. Hanya rasa pusing dan mual saja yang banyak. Badan pun semakin kurus, bahkan sempat mencapai 42 kg saja yang artinya minus 5 kg dari berat normal dan turun 19 kg dari sejak mengandung Ermaryam.

Suami protes karena saya terlalu kurus? Tentus saja iya. Ah, masalah intinya sih bukan itu, kalau badan saya sekurus itu bagaimana kondisi janin yang saya kandung dan bayi yang saya susui. Apakah nutrisi mereka terpenuhi dengan baik? Dan lagi-lagi masalah utamanya bukan itu. Nutrisi sih kemungkinan tercukupi karena dokter kandungan sudah memberikan resep food supplement yang paling baik (red:mahal). Di saat merasa kepayahan seperti itu, cobaan yang sesungguhnya pun datang. Kontraksi muncul saat saya menyusui Ermaryam. Tidak hanya itu, beberapa hari kemudian flek pun muncul. Panik tentunya!

Setelah menghubungi RSB Emma Poeradiredja lewat telpon untuk memastikan bahwa Dr. Anita Deborah praktik di sana pada hari itu, suami pun membawa saya ke sana. Ketika sampai di sana, antrian ternyata panjang. Akhirnya kami memutuskan pindah ke antriannya dr Setyorini. Setelah di USG dan konsultasi, dokter memberikan duphaston selama 2 pekan dan tetap mengijinkan saya menyusui apabila selama masa observasi tersebut tidak terjadi lagi kontraksi dan flek. Alhamdulillah kontraksi dan flek tidak lagi muncul, namun ternyata tidak berakhir di situ. Setelah duphaston habis, kontraksi dan flek kembali muncul. Mencoba rileks dan berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja, Ermaryam pun tetap saya susui.

Tepat usia kandungan 4 bulan, kontraksi dan flek semakin menakutkan. Kontraksinya mirip kontraksi seperti akan melahirkan. Flek yang muncul pun semakin banyak. Suami kembali membawa saya ke dokter kandungan, kali ini ke Dr. Anita Deborah. Setelah di USG memastikan kondisi janin dan plasenta akhirnya dokter menyampaikan beberapa hal. Janin dan plasenta berada dalam kondisi yang sagat baik. Tetapi rahim dalam kondisi kontraksi terus menerus. Mengingat usia kandungan telah genap 4 bulan, untuk menyelamatkan si janin, hal yang harus dilakukan adalah menyapih si sulung, bukan mengkonsumsi obat penguat kandungan.

Sedih dan bingung. Saat itu Ermaryam baru berusia 16 bulan, dan itu berarti saya tidak bisa memberikan hak ASI kepadanya sampai masa penyapihan tiba.

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk segera menyapih Ermaryam. Mencoba ikhlas karena rizkinya Allah lah yang mencukupi. Jauh di lubuk hati, kesedihan memang tidak dapat dibendung. Tetapi janin yang saya kandung pun membutuhkan kasih sayang. Ah, mendua memang menyakitkan! Sekarang tinggal saya syukuri saja semuanya. Titik!!

Pertempuran Maut di Tebing Merah

Published Desember 31, 2011 by Anni Marliansyah

Suatu malam si abicay ngajak nonton Red Cliff II. Awal nonton sih agak-agak bengong, soalnya sebelumnya engga pernah nonton Red Cliff I, cuma sempet lihat sekilas aja di suatu seminar. Setelah film berakhir baru deh nyadar kalo ini film bagus banget. Nonton Red Cliff I nya insyaAllah segera menyusul. Berikut sinopsis dari film Red Cliff II.

***

Pada akhir pemerintahan Dinasti Han, Cao Cao, Perdana Menteri yang licik telah berhasil meyakinkan Kaisar Han, bahwa jalan menyatukan seluruh Tiongkok adalah mengumumkan perang pada kerajaan Xu di Barat dan Wu Timur di selatan. Kelicikan Cao Cao dalam hal ini membuat Sun Quan dan Liu Bei sadar sehingga akhirnya mereka bersatu membentuk suatu aliansi untuk melawan Cao Cao.

Sun Shangxiang, adik perempuan Sun Quan, menyamar sebagai laki-laki dan menjadi mata-mata di antara pasukan Cao Cao. Di tengah peperangan antara Cao Cao dan dua kubu, Sun Quan dan Liu Bei yang bersekutu tiba-tiba saja pasukan Cao Cao diserang wabah penyakit yang mematikan. Beberapa tentara yang semula sehat tiba-tiba saja jatuh sakit dan mati. Cao Cao yang licik kemudian malah memanfaatkan kelemahan ini untuk menghancurkan dua musuhnya.

Cao Cao mengirim mayat tentaranya ke wilayah Sun Quan dan Liu Bei agar wabah yang sama dapat menulari mereka juga, dan taktik ini berhasil. Shangxiang mengirimkan berita wabah ini melalui merpati pos. Tapi Sun Quan menolak menyerang Cao Cao, karena menurutnya tidaklah etis untuk menyerang saat tentara mereka sakit. Di tengah wabah yang menyerang, Liu Bei memutuskan untuk berpisah dari Sun Quan. Mendengar berita itu, Cao Cao merasa taktiknya telah berhasil dan mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan ini.

Dengan jumlah pasukan hanya berjumlah 30.000, Sun Quan dan sekutunya tetap harus berperang untuk melawan pasukan Cao Cao yang berjumlah ratusan ribu orang. Segala taktik akan kekuatan dan akal, baik di darat maupun di air disiapkan untuk memenangkan pertarungan sengit ini.

Zhuge Liang membuat perjanjian dengan Zhao Yu. Dalam 3 hari, Zhuge Liang akan membawakan 100 ribu panah. Bila gagal, Zhao Yu akan memenggal kepalanya. Sebagai gantinya, Zhao Yu juga harus bisa membunuh jendral ahli strategi Cao Cao. Bila gagal, kepala Zhao Yu yang akan dipenggal.

Zhuge Liang membawa beberapa kapal yang dilapisi jerami dan diisi orang-orangan dari jerami. Dengan dibantu kabut tebal, kapal mereka tidak terlihat jelas oleh tentara Cao Cao. Jendral Cao Cao mengira bahwa tentara musuh menyerang, karena itu, dia memerintahkan untuk memanah seenaknya ke arah mereka. Panah-panah menancap di jerami, dah Zhuge Liang berhasil pulang membawa 100.200 anak panah.

Seorang utusan Cao Cao yang merupakan teman kecil Zhao Yu, datang untuk meminta Zhao Yu menyerah karena sangat kalah dalam hal jumlah tentara. Zhao Yu sengaja menjebaknya, dengan tak sengaja menjatuhkan surat palsu. Surat itu merupakan tiruan tulisan tangan jendral ahli strategi Cao Cao, yang mengatakah bahwa ia akan membunuh Cao Cao.

Karena tulisan tangannya sama persis, ditambah kelalaian si jendral yang dicuri panahnya, Cao Cao memutuskan untuk memenggal si jendral. Ini mengakibatkan Cao Cao kehilangan ahli strategi yang mengetahui tentang ciri-ciri cuaca.

Angin barat sedang bertiup kencang. Ini amat menguntungkan pihak Cao Cao. Dia bisa menyerang dengan api. Api akan dengan cepat membakar kapal-kapal Sun Quan yang datang dari arah sebaliknya. Tapi menurut Zhuge Liang, angin ini akan segera berganti arah. Jadi mau tidak mau, mereka harus menunggu sampai angin berganti menjadi angin timur, supaya tentara Cao Cao yang tersambar api.

Untuk mengulur waktu, diam-diam Xiao Qiao, istri Sun Quan pergi ke wilayah Cao Cao. Xiao Qiao meminta agar Cao Cao tidak menyerang, demi alasan kemanusiaan. Tapi Cao Cao menolak. Akhirnya tepat sebelum perang dimulai, Xiao Qiao mengajak Cao Cao untuk minum teh. Dia sengaja bicara panjang lebar agar arah angin berubah. Angin pun akhirnya berubah. Saat itulah tentara Sun Quan menyerang.

Ternyata, Liu Bei tidak menyerah. Pengunduran dirinya dari persekutuan hanya sebuah strategi untuk mengelabui Cao Cao. Tentara Liu Bei pun menyerang perkemahan Cao Cao dari arah belakang, sementara tentara Sun Quan menyerang dari depan.

Perang dimenangkan oleh Sun Quan dan Liu Bei. Xiao Qiao pun pulang kembali dengan selamat. Film diakhiri dengan percakapan antara Sun Quan dan Zhuge Liang. Mereka mengakhiri persekutuan mereka. Sun Quan mengatakan bahwa suatu hari mereka akan saling berhadapan.

Iman yang Gelisah

Published Desember 1, 2011 by Anni Marliansyah

Di padang Badar yang tandus dan kering, semak durinya yang memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah, namun terpisah oleh aqidah. Dan mereka tahu inilah furqan; hari terpisahnya kebenaran dan kebatilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka berlanjut.

“Ya Allah,” lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya,  dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.

Dan Abu Bakar, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih santun. “Sudahlah Ya Rasulullah,” bisiknya sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janji-Nya padamu!”

“Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan aneka ujian sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datang pertolongan Allah?’” (Q.s. Al-Baqarah : 214)

 

(Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A.Fillah)

Berkisah untuk Si Kecil (part 1)

Published Oktober 25, 2011 by Anni Marliansyah

Nabi Ibrahim A.S. Mencari Tuhan (ed. Islam Agamaku, Rukun Iman)

Nabi Ibrahim a.s. ingin mencari Tuhan yang sebenarnya. Ketika melihat bintang, dia kagum dan berkata, “Nah, mungkin inilah Tuhan”. Ketika bintang itu menghilang, Nabi Ibrahim kecewa. “Nah, mungkin ini Tuhan karena lebih besar,” guman Nabi Ibrahim ketika melihat Bulan. Dia kecewa lagi karena Bulan juga menghilang seperti bintang. “Waaaah… ini lebih besar dan bersinar, pasti ini Tuhan, bisiknya ketika melihat Matahari. Seperti sebelumnya, ketika senja tiba, Matahari juga menghilang. Akhirnya, Nabi Ibrahim menemukan Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah Swt. yang menciptakan bintang, Bulan, Matahari, dan semua yang ada di alam ini.

Tidak Ada Nenek-Nenek di Surga (ed. Islam Agamaku, Hal Gaib)

“Wahai Rasulullah, apakah saya akan masuk surga?” Tanya seorang nenek tua kepada Rasulullah Saw. “Tidak ada nenek-nenek di surga,” jawab Rasulullah Saw. sambil tersenyum. Mendengar jawaban itu, si Nenek langsung menangis sedih. “Jangan bersedih! Aku hanya bercanda.” Rasulullah Saw. menghibur, “Maksudku, di surga itu semua menjadi muda kembali, termasuk nenek!” Mendengar itu, si Nenek langsung tersenyum.

Manusia Lebih Hebat (ed. Islam Agamaku, Hal Gaib)

“Siapa yang dapat memindahkan singgasana Ratu Balqis ke Istanaku?” Tanya Nabi Sulaiman a.s. kepada para pengawalnya. “Aku dapa membawa singgasana itu kepedamu, sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu,” kata salah satu jin. Nabi Sulaiman tersenyum. “Terima kasih, ada yang dapat lebih cepat dari itu?” tanya beliau. Seorang Mukmin yang pandai kemudian berdiri. Dengan rendah hati ia berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu, sebelum matamu berkedip.” “Alhamdulillah, lakukanlah!” perintah Nabi. Teman-teman, dalam sekejap singgasana Ratu Balqis tiba di ruangan itu. Semua yang hadir takjub dan mengucapkan pujian kepada Allah Swt. Nah, itulah bukti bahwa manusia yang lebih beriman pasti lebih hebat daripada jin.

Selamat Karena Syahadat (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Dalam sebuah  pertempuran, seorang tentara Muslim berhasil mengalahkan seorang tentara musuh. Beberapa saat sebelum tentara Muslim menghujamkan pedangnya, si Musuh membaca syahadat. Lalu Rasul melarang tentara Muslim untuk membunuhnya. Sebab, dia sudah menjadi Muslim. Si tentara Muslim berkata, “Wahai Rasul, dia bersyahadat hanya pura-pura agar tidak dibunuh.” Rasul menjawab, “Hanya Allah Swt. yang tahu apakah syahadatnya pura-pura atau sungguh-sungguh.”

Bertemu Dengan Allah (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Rasul kita pernah brtemu dengan Allah Swt. dalam perjalanan Mi’raj. Kita juga dapat bertemu dengan Allah Swt. lho! Caranya dengan melaksanakan shalat. Menurut Rasul, shalat itu mi’rajnya orang beriman. Jadi, saat shalat sebetulnya kita sedang bertemu Allah Swt.

Menolong Nenek Tua (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Dalam perjalanan pergi haji, Abdullah bin Mubarak bertemu dengan seorang nenek. Nenek itu memungut bangkai burung untuk dimakan. Sebab, dia tidak mempunyai sedikitpun makanan untuk mengisi perutnya yang lapar. “Aduh, kasihan sekali nenek itu,” bisik Abdullah dalam hati. Tanpa ragu, Abdullah memberikan uangnya kepada nenek tadi. Abdullah tidak jadi berangkat haji karena tidak punya uang lagi. Akan tetapi, Abdullah tetap mendapat pahala haji. Sebab, Allah Swt. telah mengutus malaikat untuk menggantikannya berhaji.

Boleh Tidak Puasa (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Ibnu Abas pernah melakukan perjalanan bersama Nabi Muhammad Saw. ke Makkah pada bulan Ramadhan. Mulanya mereka melaksanakan puasa. Namun, di tengah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat membatalkan puasanya. Jadi, jika melakukan perjalanan jauh, kita boleh tidak puasa. Akan tetapi, kita harus menggantinya di hari yang lain. Demikian juga, jika tubuh kita sedang sakit.

Tidak Ada Yang Sanggup Menjadi Khalifah (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Dahulu Allah Swt. menawarkan jabatan khalifah kepada beberapa makhluk-Nya. Allah Swt. menawarkannya kepada langit, Bumi, dan gunung. Ternyata, mereka tidak menyanggupinya. Akhirnya, manusia yang menyanggupi untuk menjadi khalifah.

Baju Besi dan Orang Yahudi (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Suatu hari, Ali melihat seorang Yahudi membawa baju besi miliknya. Ali mengenali cirri-ciri baju besi itu. “Hei, kembalikan baju besi milikku!” kata Ali. Tetapi, orang Yahudi itu tidak memberikannya. Keduanya bersepakat untuk mengajukan permasalahan ini ke pengadilan Islam. Tetapi, Ali tidak dapat menghadirkan saksi. Akhirnya, Pak Hakim memutuskan bahwa baju besi itu milik orang Yahudi. Melihat keluhuran akhlak Ali dan keadilan pengadilan Islam, orang Yahudi itu mengakui bahwa baju besi itu bukan miliknya, melainkan milik Ali. Lalu, orang Yahudi itu menyerahkan baju besi itu kepada Ali dan ia pun masuk Agama Islam.

Menjenguk Musuh Yang Sakit (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Shalahuddin Al-Ayyubi memimpin umat Islam saat berperang melawan tentara Kristen pada Perang Salib. Suatu ketika, Richard, si Hati Singa, pemimpin Kristen jatuh sakit. Shalahuddin Al-Ayyubi langsung datang menjenguknya.

 

Sumber : “Ensiklopedi Bocah Muslim” edisi Islam Agamaku

 

فلسطين الحبيبة

Published Juni 9, 2011 by Anni Marliansyah

Suatu malam yang romatis, si abicay ngajak nonton film “Kingdom of Heaven”. Wah, filmnya rame ya ternyata. Berikut sinopsis nya.

Kekejaman Tentara Perang Salib dan Keadilan Salahuddin

sumber : www.tragedipalestina.com; terinspirasi dari film “Kingdom of Heaven”

Ketika orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama dalam kedamaian, sang Paus memutuskan untuk membangun sebuah kekuatan perang Salib. Mengikuti ajakan Paus Urbanius II pada 27 November 1095 di Dewan Clermont, lebih dari 100.000 orang Eropa bergerak ke Palestina untuk “memerdekakan” tanah suci dari orang Islam dan mencari kekayaan yang besar di Timur. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, dan banyak perampasan dan pembantaian di sepanjang perjalanannya, mereka mencapai Yerusalem pada tahun 1099.Kotaini jatuh setelah pengepungan hampir 5 minggu. Ketika Tentara Perang Salib masuk ke dalam, mereka melakukan pembantaian yang sadis. Seluruh orang-orang Islam dan Yahudi dibasmi dengan pedang.

Dalam perkataan seorang ahli sejarah: “Mereka membunuh semua orang Saracen dan Turki yang mereka temui… pria maupun wanita.” Salah satu tentara Perang Salib, Raymond dari Aguiles, merasa bangga dengan kekejaman ini: “Pemandangan mengagumkan akan terlihat. Beberapa orang lelaki kami (dan ini lebih mengasihi sifatnya) memenggal kepala-kepala musuh-musuh mereka; lainnya menembaki mereka dengan panah-panah, sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; lainnya menyiksa mereka lebih lama dengan memasukkan mereka ke dalam nyala api. Tumpukan kepala, tangan, dan kaki akan terlihat di jalan-jalan kota. Perlu berjalan di atas mayat-mayat manusia dan kuda. Tapi ini hanya masalah kecil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada Biara Sulaiman, tempat di mana ibadah keagamaan kini dinyanyikan kembali… di biara dan serambi Sulaiman, para pria berdarah-darah disuruh berlutut dan dibelenggu lehernya.”

Dalam dua hari, tentara Perang Salib membunuh sekitar 40.000 orang Islam dengan cara tak berperikemanusiaan seperti yang telah digambarkan. Perdamaian dan ketertiban di Palestina, yang telah berlangsung semenjak Umar, berakhir dengan pembantaian yang mengerikan.

Tentara Perang Salib menjadikan Yerusalem sebagai ibukota mereka, dan mendirikan Kerajaan Katolik yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah. Namun pemerintahan mereka berumur pendek, karena Salahuddin mengumpulkan seluruh kerajaan Islam di bawah benderanya dalam suatu perang suci dan mengalahkan tentara Perang Salib dalam pertempuran Hattin pada tahun 1187. Setelah pertempuran ini, dua pemimpin tentara Perang Salib, Reynald dari Chatillon dan Raja Guy, dibawa ke hadapan Salahuddin. Beliau menghukum mati Reynald dari Chatillon, yang telah begitu keji karena kekejamannya yang hebat yang ia lakukan kepada orang-orang Islam, namun membiarkan Raya Guy pergi, karena ia tidak melakukan kekejaman yang serupa. Palestina sekali lagi menyaksikan arti keadilan yang sebenarnya.

Tiga bulan setelah pertempuran Hattin, dan pada hari yang tepat sama ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Mekah ke Yerusalem untuk perjalanan mikrajnya ke langit, Salahuddin memasuki Yerusalem dan membebaskannya dari 88 tahun pendudukan tentara Perang Salib. Sebaliknya dengan “pembebasan” tentara Perang Salib, Salahuddin tidak menyentuh seorang Nasrani pun dikotatersebut, sehingga menyingkirkan rasa takut mereka bahwa mereka semua akan dibantai. Ia hanya memerintahkan semua umat Nasrani Latin (Katolik) untuk meninggalkan Yerusalem. Umat Nasrani Ortodoks, yang bukan tentara Perang Salib, dibiarkan tinggal dan beribadah menurut yang mereka pilih.

Karen Armstrong menggambarkan penaklukan keduakalinya atas Yerusalem ini dengan kata-kata berikut ini: “Pada tanggal 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Al-Qur’an anjurkan (16:127), dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan (2:193-194). Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah…. Salahuddin menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah dan ia membebaskan banyak dari mereka, sesuai imbauan Al-Qur’an, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Saudara lelakinya al-Adil begitu tertekan karena penderitaan para tawanan sehingga dia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka bersamanya dan kemudian membebaskan mereka di tempat itu juga… Semua pemimpin Muslim merasa tersinggung karena melihat orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa kekayaan mereka, yang bisa digunakan untuk menebus semua tawanan… [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar seperti halnya tawanan lain dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre.”

Suasana Perang Salib II

Pendeknya, Salahuddin dan tentaranya memperlakukan orang-orang Nasrani dengan kasih sayang dan keadilan yang agung, dan menunjukkan kepada mereka kasih sayang yang lebih dibanding yang diperlihatkan oleh pemimpin mereka.

Setelah Yerusalem, tentara Perang Salib melanjutkan perbuatan tidak berprikemanusiaannya dan orang-orang Islam meneruskan keadilannya di kota-kota Palestina lainnya. Pada tahun 1194, Richard Si Hati Singa, yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak, secara tak berkeadilan di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah memilih cara yang sama. Mereka malah tunduk kepada perintah Allah: “Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka)…”(Qur’an 5:2) dan tidak pernah melakukan kekejaman kepada orang-orang sipil yang tak bersalah. Di samping itu, mereka tidak pernah menggunakan kekerasan yang tidak perlu, bahkan kepada tentara Perang Salib sekalipun.

Kekejaman tentara Perang Salib dan keadilan orang-orang Islam sekali lagi terungkap sebagai kebenaran sejarah: Sebuah pemerintahan yang dibangun di atas dasar-dasar Islam memungkinkan orang-orang dari keyakinan berbeda untuk hidup bersama. Kenyataan ini terus ditunjukkan selama 800 tahun setelah Salahuddin khususnya selama masa Ottoman.

Konsep Kepemimpinan yang terangkum di dalam Al-Qur’an

Published Mei 16, 2011 by Anni Marliansyah

1.   Qaulan ma’rufa (perkataan yang baik)

Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzaab :32)

Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (QS. An-Nisaa’:5)

2.   Qaulan sadida (perkataan yang tegas dan benar)

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan  hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisaa’ :9)

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar” (QS. Al-Ahzaab :70)

3.   Qaulan layyina (perkataan yang lemah lembut)

Maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS. Taahaa :44)

4.   Qaulan maisura (perkataan yang pantas)

Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.” (QS. Al-Israa’ :28)

5.   Qaulan baligha (perkataan yang membekas pada jiwa)

Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.” (QS. An-Nisaa’ :63)

6.   Qaulan karima (perkataan yang mulia)

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (Al-Israa’ :23)

Ini dia wanita yang paling shalih di muka bumi…

Published Mei 16, 2011 by Anni Marliansyah

KARAKTER MULIA MARYAM

(Harun Yahya)

 Maryam adalah sosok panutan semua Muslimah karena mempertahankan karakternya tanpa cela di sepanjang hidupnya. Allah membesarkannya bagai tanaman yang indah, untuk memberikan ekspresi Al Quran, dan memberikannya tanggung jawab yang sangat penting. Allah memilihnya, sama seperti Dia memilih keluarga Imran, menjadikan Maryam salah satu orang dalam garis keturunan orang-orang yang paling saleh dan setia, dan ia dibesarkan oleh orang-orang saleh ini.

Lalu Allah memberikannya karakter Nabi terpilih dan mulia dengan mempercayakan pendidikannya pada Nabi Zakaria (as). Saat Maryam beranjak dewasa, Allah mulai menunjukkan mukjizat-Nya, dan dia melihat dengan jelas anugrah, perlindungan, dan rahmat-Nya atas dirinya. Salah satu contoh dukungan dan anugrah dari Allah untuk dirinya adalah dia selalu menemukan makanan di altar setiap kali dia berdoa kepada-Nya. Selanjutnya, Allah memperkenalkan kepadanya Malaikat Jibril yang memberitahukannya tentang rahmat Allah padanya dengan kata-katanya sendiri.

Maryam menunjukkan ketaatan dan kesetiaannya yang sungguh-sungguh kepada Allah melalui kebajikan dan tingkah lakunya yang tanpa cela. Dia juga mengekspresikan ketaatannya yang dalam dan sungguh-sungguh kepadaNya melalui tekad, pengabdian, dan kepasrahan penuh atas kehendak-Nya.

Sendiri di saat-saat yang sangat sulit adalah ujian berat baginya, karena tidak ada satu pun bantuan, dukungan, atau tuntunan untuknya. Biasanya, orang-orang yang kesepian menyerah pada ketidakberdayaan dan kesedihan. Namun tidak bagi Maryam, dia menyerahkan semua harapan dan keyakinannya hanya pada Allah.

Dia terus mencari bantuan-Nya dan tahu bahwa yang dia butuhkan hanyalah mematuhi perintah-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Dia tidak pernah menyerah pada ketidakberdayaan dan depresi, seberapa sulit cobaan yang dialaminya, karena dia telah menyerahkan sepenuh hati kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allah akan mengubah semua kesengsaraan menjadi kebaikan dan mengakhiri kesulitan dengan cara yang terbaik. Dan dengan segala kesulitan, Allah memberikannya solusi, mendukungnya dengan anugrah dan bantuan, serta mengubah semua kesulitan menjadi kebaikan dan keindahan.

Ketiadaan pengalaman juga merupakan aspek penting dalam ujian yang dihadapinya. Dia hamil dan melahirkan anaknya seorang diri. Benar-benar sendiri dan tidak tahu harus berbuat apa, dia melawan pesimisme dan menunjukkan kekuatan, tekad, dan ketabahan yang besar. Selain itu, dia memiliki karakteristik ketenangan dari mereka yang tahu bahwa Allah mendukung mereka dengan anugrah yang paling sempurna, sehingga Allah meringankan bebannya dan membantunya menuju keberhasilan.

Tanda lain karakter mulia Maryam adalah kesabaran yang dia tunjukkan ketika menjalani tanggung jawabnya yang begitu berat. Orang-orang kafir di sekelilingnya menguji kesabarannya dengan menggagalkan pemahaman atas posisi tinggi dan terhormatnya, dan memandangnya berdasarkan pengetahuan yang menyesatkan, menuduhnya atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Di sini juga, dia menunjukkan kesabaran dan keyakinan penuhnya pada Allah. Dia tidak berkompromi dengan kekuatan, tekad, dan integritasnya. Dia mengetahui dengan baik bahwa Allah mengendalikan segalanya dan akhirnya membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Ciri karakter lain yang terlihat adalah ia tidak berminat untuk memenangkan penerimaan orang. Dia memasrahkan kepada Allah dengan keyakinan yang murni, dan karenanya tidak terpengaruh oleh tuduhan dan komentar mereka. Memberinya keyakinan dan ketaatan, segala usaha yang dilakukannya adalah untuk berperilaku dalam cara yang akan mendatangkan keridaan Allah. Sebagai hasilnya, Allah menganugrahinya dengan rahmat.

Ada dua cara untuk menyampaikan karakter baik seseorang kepada orang lain: melalui kata-kata, dan melalui perilaku moral. Cara kedua lebih efektif dan bernilai, karena ini merupakan cara yang sesungguhnya dan tidak dapat ditiru. Kehidupan dan tingkah laku seseorang dapat mencerminkan keyakinan seseorang hanya jika ini benar-benar hidup di dalam hatinya.

Maryam menunjukkan moralitas mulia ini dan menjadi panutan serta ajakan hidup untuk beragama melalui keyakinan, tingkah laku dan karakternya. Panggilannya yang sungguh-sungguh adalah jawaban dalam kemungkinan cara terbaik, kehendak Allah. Keyakinan orang-orang beriman terus mendalam karena mereka mengikuti Maryam sebagai contoh dan mencoba untuk meniru karakternya.

7 Arahan Ustadz Hilmi Aminuddin

Published Maret 23, 2011 by Anni Marliansyah

– Seperti biasa, saya suka sekali taujih-taujih nya Ustadz Hilmi yang menyejukan di tengah situasi seperti ini –

***

Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Namun yang penting adalah bagaimana kemampuan kita untuk membuktikan dengan kerja nyata.
Kita sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu ilallah..). Kemudian selesaikan dengan mentadabburi konsep Allah. “Afala yatadabbarunal Qur’an am ‘ala quluubin aqfaluha.”

Dari tadabur ayat-ayat Allah ini, maka dalam menghadapi berbagai masalah, ancaman dan makar, maka kita harus memiliki bekalan-bekalan yakni:

(1) Atsbatu mauqifan (menjadi orang yang paling teguh pendirian/paling kokoh sikapnya)

  • At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran)
  • Famaa wahanuu lima ashobahum fii sabiilillahi waaa dhoufu wamastakanuu…
  • “…mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar…” (3:146)
  • Keteguhan itu membuat kita tenang, rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan kemenangan kepada kita.
  • Keteguhan sikap kadang-kadang menimbulkan kekerasan oleh karenanya perlu diimbangi dengan yang kedua.

(2) Arhabu shadran (paling berlapang dada)

  • Bukan paling banyak mengelus dada.
  • Silakan bicara tetapi silakan buktikan.
  • Jika tidak ada lapang dada akan timbul kekakuan.

(3) A’maqu fikran (pemikiran yang mendalam)

  • Mendalami apa yang terjadi.
  • Jangan terlarut pada fenomena, tetapi lihatlah ada apa di balik fenomena tsb.
  • Ketika kita merespon pun akan objektif.
  • Respon-respon kita objektif, terukur, mutawazin (seimbang).
  • Pemikiran yang mendalam kadang-kadang membuat kita terjebak pada hal yang sektoral, maka harus segera diimbangi pula dengan yang bekal keempat:

 (4) Ausa’u nazharan (pandangan yang luas)

  • Temuan sektoral perlu dicari.

 (5) Ansyathu amalan (paling giat dalam bekerja)

  • Sambil merespon sesuai dengan kebutuhan tetap kita harus giat bekerja.
  • Orang-orang tertentu saja yang menangani, selebihnya harus terus bergerak dalam kerangka amal jamai. Energi kita harus prioritas untuk membangun negeri.
  • Bekerja untuk Indonesia di segala sektor, struktur sampai tingkat desa, dan kader-kader yang mendapat amanah di pemerintahan. Fokuskan semua bekerja.

 (6) Ashlabu tanzhiman (paling kokoh strukturnya)

  • Kita jamaah manusia, ada kekurangan, ada kesalahan. Kita harus rajin membersihkannya. Seorang muslim ibarat orang yang tinggal di pinggir sungai dan mandi lima kali sehari. Jika sudah begitu, pertanyaannya: “Masih adakah daki-daki kita?”
  • Allah berfirman “wa qul jaal haq wa zahaqal bathil”. Secara fitrah jika al Haq muncul, maka kebatilan akan lenyap, oleh karena itu teruslah hadirkan al Haq dan mobilisir potensi kebaikan. Jika kita lengah mendzohirkan al-haq maka kebatilan yang tadinya marjinal akan tampil dan al-haq terbengkalai.
  • Hidup berjamaah adalah untuk memobilisir potensi-potensi kebaikan.

(7) Aktsaru naf’an (paling banyak manfaatnya)

  • Khoirunnas anfa’uhum linnas.
  • Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
  • Buktikan bahwa jamaah ini banyak manfaatnya sehingga berhak mendatangkan pertolongan Allah dan pertolongan kaum Mukminin.

Jika tujuh hal itu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan rekayasa, insya Allah dakwah ini akan semakin kokoh dan semakin diterima untuk menghadirkan kebajikan-kebajikan yang diharapkan oleh seluruh bangsa.

*Disampaikan dalam Acara DPW PKS Jabar di Lembang, 19 Maret 2011

Kehamilan ke-2

Published Maret 22, 2011 by Anni Marliansyah

Teringat do’a yang seringkali kami lantunkan di setiap sujud-sujud kami di depan Ka’bah, juga do’a yang selalu kami titipkan kepada para sahabat yang sedang bertamu ke Baitullah, kini do’a tersebut telah terkabul. Semoga Allah mengabulkannya, karena kami memang mampu untuk mengemban amanah ini.

Mengawali tahun 2011 ini, satu kebahagiaan lagi telah Allah titipkan kepada kami, sang pewaris peradaban kembali mengisi ruang kokoh di ragaku, subhanallaah, alhamdulillaah, allahuakbar!

-terimakasih kepada para sahabat yang telah mendo’akan-

(sebuah tulisan di awal tahun 2011)

Sapaan Kematian

Published Maret 22, 2011 by Anni Marliansyah

(sebuah tulisan di penghujung tahun 2010)

Di penghujung tahun 2010 ini Allah banyak sekali mengingatkan tentang kematian

Di penghujung tahun 2010 ini Allah banyak sekali mengajarkan tentang ketabahan

Aku mengerti tak kan lama kami hidup bersama di dunia ini

 

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (An-Nisa : 78)

My regard to my husband.  Memang butuh second opinion untuk setiap diagnosa.

-oleh2 dari bolak-balik Santosa International Hospital-

Umroh Pertama Kami

Published Maret 22, 2011 by Anni Marliansyah

Suatu sore ketika putri kecil kami berusia 3 bulan, suamiku bertanya, “Mi, siap untuk punya anak ke-2 ya!”.

Aku terdiam.

Saratnya apa Mi sebelum kita punya anak ke-2?” tanyanya.

Aku masih terdiam tanpa lintasan pikiran apapun.

Ayo, Ummi mau diberikan apa sebelum kita punya anak ke-2?” katanya lagi setengah memaksa.

Emmmm.. apa ya, Ummi ga ada sarat apa2 ah Bi..” kataku masih tanpa lintasan pikiran apapun.

Dan di suatu pagi saat putri kecilku sedang terlelap dalam tidurnya, si Ummi ngenet seperti biasanya dan mengakses situs jejaring social facebook. Tak sengaja yang dilihat kala itu adalah sebuah Poster Umroh yang dibuat oleh sebuah biro Haji dan Umroh. Tiba-tiba saja ada perasaan aneh muncul, sulit dijelaskan. Emmm perasaannya seperti apa ya… duh, sulit dijelaskan, yang pasti jadi tiba-tiba ingin sekali bertamu ke Baitullah.

Hmmm.. mau.. mau.. mau bangeeeet!!! Tapi masa iya harus dijadikan syarat…” batinku. Habisnya suamiku maksa sih :p

Itulah sebuah lintasan cerita yang mengawali perjalanan kami ke Baitullah.

***

Begitu baiknya Allah hingga tak lama waktu berselang, aku dan suamiku tiba disebuah tempat yang paling mulia di muka bumi ini. Tempat di mana sepenggal cerita dari bapak para nabi, Ibrahim AS dimulai, tempat di mana Bunda Hagar membuktikan kesetiaannya kepada Rabb-nya, tempat di mana Ismail membuktikan kepatuhannya kepada Tuhannya. Dan tentu saja tempat di mana Muhammad memulai dan mengakhiri kesempurnaan yang Allah risalahkan kepadanya. Alhamdulillah, di penghujung bulan Juni 2010 kami bertamu ke Baitullah. Air mata pun menetes saat pertama kalinya menatap Ka’bah…

Ya Allah, terima lah amal ibadah kami…

 

(sebuah tulisan di pertengahan tahun 2010)

Kok jadi susah nulis ya… (part 2)

Published Maret 22, 2011 by Anni Marliansyah

Pemirsa, kita lupakan sejenak rencana saya untuk kuliah lagi karena rencana tersebut sudah saya gagal kan!. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam persiapan melanjutkan kuliah. Semoga dalam waktu dekat cita-cita tersebut bisa terlaksana. Alasannya akan saya bahas di tema-tema tulisan kedepannya. Nah, daripada blog ini semakin sepi, saya mau posting saja tulisan2 yang sudah lama saya buat tapi belum sempat saya posting di blog ini :)

 

Kok jadi susah nulis ya…

Published Agustus 6, 2010 by Anni Marliansyah

Ingin sekali segera memposting tulisan-tulisan baru, tapi apa daya, tulisannya belum selesai dibuat… Hehehe.

Mohon do’anya, saya akan segera memulai ikhtiar untuk segera melanjutkan studi. Semester ini insyaAllah akan mengambil studi strata 1 Fakultas Hukum di suatu universitas yang tidak perlu disebutkan :) ) Dan semester depan insyaAllah akan melanjutkan studi strata 2 di ITB tercintah. Mudah-mudahan Allah memudahkan setiap langkah menuju cita-cita saya… Amin

Bandung yang indah dan tak tergantikan, 6 Agustus 2010

Anni Marliansyah

Kembali menulis…

Published Mei 31, 2010 by Anni Marliansyah

Bandung, 31 Mei 2010

Lama sekali saya tidak memperbaharui blog ini. Postingan terakhir saja bertanggal 25 Desember 2008. Semoga saya bisa kembali menulis di blog ini untuk berbagi hikmah kehidupan.

Postingan-postingan sebelumnya saya buat pada suatu masa ketika waktu lebih banyak saya habiskan di kampus dan jalanan. Namun sekarang kehidupan telah membawa saya ke suatu masa yang lebih berwarna, yang ketika saya sedang mencoba untuk membuat sebuah tulisan, ada bidadari kecil yang merengek-rengek meminta saya agar tidak membagi perhatian untuk hal lain selain dirinya :)

Segala puji bagi Allah yang telah mengkaruniakan kepada saya berkah sebuah pernikahan pada tanggal 28 februari 2009 lalu bersama seorang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya namun telah mantap saya pilih melalui sujud-sujud panjang dari 100x istikharah yang saya lakukan, Yandri Marliansyah Effendi. Perjanjian yang kuat itu terikrar pada kali ketiganya kami bertemu.

Beberapa pekan kemudian, kebahagiaan lain datang menyapa kami. Dua garis merah muda yang merupakan pertanda hadirnya janin di rahim saya, yang menemani masa perkenalan lebih jauh antara ummi dan abi nya yang sebelum menikah memang tidak cukup saling mengenal. Juga menemani ummi nya “memulai dan mengakhiri” Tugas Akhir. Memang cukup kasihan si janin waktu itu, harus jadi korban dari ummi nya yang telat lulus kuliah :D

Alhamdulillah, segala kemudahan dari Allah tak pernah absen hingga si janin pun ikut menyaksikan ummi nya diwisuda tanggal 24 Oktober 2009 di Sabuga, saat usianya hampir 8 bulan dalam kandungan. Mungkin keikutsertaannya dalam berjihad menyelesaikan Tugas Akhir ummi nya menyebabkan si janin ingin segera berjihad di dunia hingga lahir 2 pekan lebih awal dari perkiraan. Dan akhirnya tanggal 10 Desember 2009 pun si janin telah terlahir menjadi sebuah putri cantik. Kami namai Ermaryam Qawlammarufan.

–sambil menatap wajah ermaryam yang lagi bobo–

Muslimah dalam Politik Da’wah dan Da’wah Politik

Published Desember 25, 2008 by Anni Marliansyah

            Dalam surat Ali Imran ayat 104 dan 110 serta surat An Nisa ayat 124, secara tersirat disebutkan bahwa peran muslimah dalam dakwah adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan. Keberadaan muslimah merupakan salah satu indikasi keberhasilan (performance indicator) Dakwah. Muslimah merupakan salah satu sayap di antara “dua sayap” pesawat terbang dakwah di mana satu sayap lainnya adalah laki-laki. Pesawat terbang dakwah ini tidak akan terbang tinggi ke angkasa jika hanya mengandalkan satu sayap saja. Keikutsertaan dan kebersamaan muslim dan muslimah adalah suatu hal yang tak bisa dihindari.

            Politik dakwah bagi muslimah adalah sebuah hal yang penting. Politik dakwah dapat mengasah ketajaman intuisi, memberi pengayaan tsaqofah, meningkatkan kemampuan membaca peta da’wah (membuat SWOT), mempermudah untuk penyusunan strategi dan program, menghaluskan langkah dan bahasa da’wah, dan membuat muslimah cerdas untuk mengambil moment sejarah karena kesempatan emas tidak berulang dua kali.

            Saat muslimah sudah memiliki politik dakwah, maka dakwah dalam dunia politik juga merupakan hal yang tak kalah pentingnya. Dakwah politik merupakan simbol kesempurnaan ajaran Islam. Dakwah politik dapat membangun kesadaran untuk tercapainya pencerahan pemikiran, pemahaman, dan perilaku shalihat secara massif. Dakwah politik dapat mengokohkan ”basic paradigma” bahwa masa depan kebangkitan dan kekokohan peradaban dimulai dari rumah dan keluarga.

            Pada akhirnya, keberadaan muslimah dalam dakwah politik diharapkan dapat membangun dan menata massa mayoritas yang diam (the silence majority yaitu kaum muslimah). Serta bisa mengambil posisi tawar yang strategis untuk peran-peran politik (bicara akurat, cerdas, visioner, dan terukur).

***

 

Sebuah tulisan yang sangat bagus dari Ibu Wiwi. Saya hadiahkan untuk adik-adik (akhwat) pemegang tongkat estafet dakwah selanjutnya (di ranah siyasi). Semoga bisa menjadi motivasi untuk tetap istiqomah di ranah terjal lagi berbatu ini.

 

Akhirnya…

Published Oktober 30, 2008 by Anni Marliansyah

Waktu ujian Teknologi Ekofarming, Kamis 30 Oktober 2008, pukul 15.00-18.00 @ 9020.

Cling… (bunyi Nokia N-73 ku)

Si Sulung Gesa :

“Akhirnya setelah proses yang sangat panjang. Akhirnya bangsa Indonesia memiliki UU Pornografi, siang tadi telah resmi diundangkan…”

Si Bungsu Ridwan :

“Alhamdulillah telah sepuluh tahun akhirnya Indonesia punya UU Pornografi. Ini bukan akhir perjuangan kita. Ayoo smangat berjuang…”

Alhamdulillah, akhirnya…

ALLAHUAKBAR !!!

Melihat foto-foto…

Published Oktober 20, 2008 by Anni Marliansyah
Foto-foto waktu jaman muda@ Kampus…
Menatap Langit
Menatap Langit di atas kampus ITB
Turun ke Jalan

Turun ke Jalan

Sobat Bolang

Pake Jaket Bolang

Ibu Guru

Jadi Ibu Guru

Rapat

Rapat

Naik Gunung

Naik Gunung

Napak Tilas

Napak Tilas

Jalan-jalan ke UI

Jalan-jalan ke UI

Ketemu tokoh. Mana HNW nya?

Ketemu tokoh. Mana HNW nya?

Briefing...briefing...

Briefing...briefing...

Darma wanita Wira Kreasi Berkarya

Darma wanita Wira Kreasi Berkarya

Nge-Lap

Nge-Lap

Semua ada saatnya…

Published September 26, 2008 by Anni Marliansyah

Selamat kepada rekan-rekan yang telah menjalani Sidang Program Sarjana periode wisuda Oktober 2008 !!!

Barakallah, selamat menempuh kehidupan selanjutnya !

Menjadi batu bata yang lain dalam bangunan peradaban…

 

Teh Ninda (TL 2003) dan Teh Puput (TL 2003)

Dag dig dug banget waktu nungguin teteh-teteh seperjuanganku ini sidang  di Ruang Harun, Lt 2 Gedung TL Lama, di hari yang berbeda. . Alhamdulillah, setelah melewati kurang dari 2 jam sidang, mereka dinyatakan lulus. Barakallah ukhtiy! Aku tahu, kalian sudah menunggu lama untuk ini…

 Gilang Widyawisaksana HP (GD 2004)

Sodara tiri yang satu ini mendahului rekan-rekan sependeritaannya yang lain. Satu nasihat Gilang yang saya ingat satu hari setelah dia seminar, “Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolongnya”.

Hmm… terimakasih sudah menginternalisasikan kembali ayat-ayat itu bro’!

Alfian Nur Mahendra (FT 2004)

Nah, si Alfi (Ketua Tim Promotor Bolang) ini emang udah bisa lulus dari bulan Juli kemarin. Tapi gara-gara ikut pemilihan Mahasiswa Berprestasi, lulusnya jadi diundur. Barakallah ya Fi! Cepet-cepet selesein S2 dan S3 nya! Biar jadi ADKP (apaan itu?!). Tapi katanya sih mau balik ke Blora.

 Diah Ajeng Setiawati, Novi Nuryani, Elgia Melissa Kirana, dan semua teman-teman TL 2004 ku tersayang yang jumlahnya 36 orang.

Jumlah anak TL 2004 yang belum lulus berjumlah 66 orang… Smangat !!

Jadi ingat masa-masa 4 tahun-an yang lalu, hari pertama kuliah di GKU Barat Ruang 9133 (kuliah Kimia Dasar 1 A) sampai pada hari kuliah terakhir bulan Mei 2008 lalu (kuliah Pengelolaan Limbah Industri, tapi aku merelakan tidak bersama kalian di hari itu karena berangkat Aksi Menolak Pornografi dan Pornoaksi ke Jakarta…Padahal habis kuliah terakhir dengan menggunakan Dress Code Baju Pantai, langsung foto angkatan T_T)

Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing…

Ingatlah hari ini…

Ikhwan dan Akhwat 2004 lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Beberapa yang saya ingat : Yani Handayani FA 2004, Endah FA 2004, Tita Salafiyah FA 2004, Kartika Akbaria TI 2004, Jami TI 2004, Ilham Fathoni IF 2004, Aa Pian Nopiana TG 2004, Adek Satim TM 2004, dll

 

Sobat Bolang angkatan 2004 yang belum lulus:

Cegi dan Pipi yang entah dari jaman kapan udah mulai ngerjain TA. Cegi yang data TAnya diulang dan Pipi yang bakterinya udah pada jenggotan. Asalnya mau lulus Juli 2008, diundur jadi Oktober 2008. Pipi yang lagi mengusahakan bisa Maret 2009, dan Cegi yang lagi sakit dari Bulan Agustus dan masih terbaring di Rumah Sakit, jadi harus diundur lagi 1 semester. Jadi kita barengan Bulan Juli 2009 Ceg?

 Nisa, Kyky, dan Essa. Anak2 SITH yang juga kemungkinan besar lulus Maret 2009. Nisa yang ngerjain TA proyekan dosen sejak awal semester 8, Kyky yang akan segera mengamati Rusa di Pangandaran, dan Essa yang kemarin rajin beli zat kimia di Lab TL untuk TAnya.

 Army yang katanya target lulusnya dimajuin dari Juli 2009 jadi Maret 2009, tapi tanda-tandanya sih masih lama lulusnya. Peace my !!! Sibuk memulai bisnis dulu nampaknya.

 Bobby yang sedang mem-BoShan. Kalau ngikut aturan sih nemenin Bu Press sampai LPJ, kalau gitu berarti lulusnya Juli 2009 dong.

 Radit yang katanya lulus Juli 2009 juga gara-gara ngulang KP dan ganti topik TA.

 Aji, katanya mau lulus Maret 2009 juga.

 Jarwo, bos tim Kampanye Langsungya Bolang. Mau lulus kapan wo?

 Adis yang TAnya baru mulai dan topik TAnya hampir mirip dengan topik TAku. Mau lulus Maret 2009 katanya. Smangat Dis!

 Erqurani alias Ani BI berencana lulus Juli 2009. Ayo ukht, semangat ! Kan tanggal 09 bulan 09 tahun 09, dirimu sudah ada rencana besar ^_-

 Febi yang pingin lulus Maret 2009 juga. Gimana ukht, jadi? Barengan kita aja deh lulusnya ^_~

 Dhian yang sudah lama tak berbincang-bincang dari hati ke hati. Kalau engga salah, rencananya lulus Juli 2009 ya?! Amien.

 Kiki Djangko ku sayang. Dulu kita pernah janji lulus bareng, bisnis bareng, dan S2 bareng… Kiki ngga jadi lulus Maret . Jadinya lulus Juli 2009.

 Aku ?! InsyaAllah ikut wisuda periode Juli 2009 (nyantei Ki, aku engga akan ninggalin Kiki deh ^_^) Bukannya apa-apa, TAnya belum sempet dikerjain juga sampai sekarang. Peace !!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.