08.11.08
Tentang Sebuah Kekalahan…
Wuuuw, sejarah kembali terulang! Setelah kekalahan Army (yang telak) dan kekalahan BoLang (yang cuma 28 suara =p), kini bagiannya Trendi. Apa karena dibalik Trendi itu Army dan Gilang ?! (peace bro’ !! Bercanda doang ^_^)
Jadi membuka kembali buku Fikih Pergerakan karya Sayyid Quthb mengenai Perang Uhud yang sudah sempat dibaca 1 tahun yang lalu.
Pertama-tama menang, lalu kalah, kemudian menang lagi dengan kemenangan terbesar setelah menang dan kalah itu. Kemenangan pengetahuan yang jelas dan kemenangan visi yang terang tentang hakikat-hakikat yang dipaparkan dalam al-Qur’an; ketenangan emosi dalam menerima kebenaran hakikat-hakikat tersebut dengan ketenangan yang meyakinkan; penyeleksian jiwa; pemilahan barisan. Dan, setelah itu pembebasan barisan Islam dari banyak kerancuan persepsi, kesamaran nilai, dan benturan emosi. Karena, di sana ada penampakan ciri khas orang-orang munafik yang sangat kentara; kejelasan tanda-tanda kemunafikan dan tanda-tanda ketulusan, dalam perkataan dan perbuatan, serta dalam emosi dan perilaku; di sana ada kejelasan tuntutan-tuntutan iman, tuntutan-tuntutan dakwah kepada-Nya, dan pergerakan dengannya, persiapan dengan pemfokusan, persiapan dengan pengorganisasian, konsisitensi dalam ketaatan dan kepengikutan, tawakal hanya kepada Allah SWT, dalam setiap langkah di jalan ini, mengembalikan semua perkara kepada Allah; dalam kemenangan dan kekalahan, dalam kematian dan kehidupan, serta dalam semua perkara dan tujuan.
Hasil sangat besar yang diperoleh umat Islam dari kejadian-kejadian ini dan dari petunjuk-petunjuk Al-Qur’an sesuadah kejadian-kejadian ini adalah besar dan lebih berart i-tanpa bisa dibandingkan- dibandingkan hasil yang berupa kemenangan dan rampasan perang!
Umat Islam ketika itu sangat memerlukan hasil yang sangat besar itu… mereka seribu kali lebih butuh kepadanya daripada kepada hasil kemenangan perang dan rampasan perang…
Ya, ikhwahfillah, mungkin saat ini kita lebih membutuhkan kekalahan daripada kemenangan. Tidak perlu ragu dengan ketetapan yang telah diberikan oleh-Nya. Allahuakbar !!!
-masih dalam harapan tentang Bandung yang madani-
Anni Nuraeni (yang entah tinggal berapa saat lagi tinggal di Bandungnya…)
Arsitek Peradaban yang Keren !!
Sebuah tulisan apik dari President of Lebai alias Ustadz Anis Matta ^_^ hehe. Pertama kali baca tulisan ini 2,5 tahun yang lalu. Di sini digambarkan mengenai sebuah arsitek peradaban yang ada di satu belahan dunia yang elok, Timur Tengah. Dan indahnya tulisan tidak berkurang sedikitpun meski berkali-kali baca lho!
Berkhotbah tentang Perdamaian di Bukit Ini
(Anis Matta)
Di tengah lembah sahara yang dikelilingi oleh bukit dan gunung, di bawah kaki langit Maraj el-Zuhur yang mengucurkan salju dingin menggigit, tanpa atap yang membatasi jasad dengan hujan, tanpa mantel yang menghangatkan tubuh dari dingin yang seakan meremukkan tulang di sebelah selatan Lebanon, disitulah 415 warga Palestina, setelah diusir dari negeri dan tanah tumpah darah sendiri oleh bangsa yang tidak memiliki negara dan tanah air, menjalani hari-hari mereka.
Tanah yang tak bertuan itu kini mendapat kehormatan menerima tamu-tamu yang datang bertamu tanpa mereka kehendaki. Tamu-tamu yang datang dengan mata tertutup dan kaki tangan terikat. Tamu-tamu yang datang tanpa mereka tahu mengapa mereka harus datang selain karena mereka mengatakan “Rabbunallah”. Tamu-tamu yang datang dan meninggalkan anak, istri, sanak keluarga, tanah air, dan sebuah bangsa yang begitu nestapa. Tamu-tamu yang datang tanpa mereka tahu apa yang akan mereka makan dan apa yang akan mereka minum. Yah, mereka adalah tamu-tamu yang datang dari negeri persinggahan nabi-nabi, negeri yang diberkahi Allah dan yang di sekelilingnya, karena mereka diusir oleh sebuah bangsa yang pernah membangkang dan membunuh nabi-nabi, bangsa yang pernah dilaknat dan dijelamakan jadi monyet-monyet yang hina dina.
Barisan kemah-kemah itu nampak bagai lukisan indah terpajang begitu artistik dalam etalase hak-hak asasi manusia. Barisan kemah-kemah itu adalah kumpulan semut yang tak punya tempat dalam apa yang kita sebut tatanan dunia aru. Barisan kemah-kemaitu adalah domba-domba tak berdaya yang setiap saat dijerat serigala-serigala beringas dalam rimba peradaban manusia modern. Serulah mereka yang ada dalam barisan kemah-kemah itu, iringilah mereka menuju bukit di bawah kaki langit Maraj el-Zuhur, karena tiada tempat yang paling tepat menyampaikan khotbah tentang perdamaian umat manusia selain di sini, di bukit ini.