Berkisah untuk Si Kecil (part 1)

Published Oktober 25, 2011 by Anni Marliansyah

Nabi Ibrahim A.S. Mencari Tuhan (ed. Islam Agamaku, Rukun Iman)

Nabi Ibrahim a.s. ingin mencari Tuhan yang sebenarnya. Ketika melihat bintang, dia kagum dan berkata, “Nah, mungkin inilah Tuhan”. Ketika bintang itu menghilang, Nabi Ibrahim kecewa. “Nah, mungkin ini Tuhan karena lebih besar,” guman Nabi Ibrahim ketika melihat Bulan. Dia kecewa lagi karena Bulan juga menghilang seperti bintang. “Waaaah… ini lebih besar dan bersinar, pasti ini Tuhan, bisiknya ketika melihat Matahari. Seperti sebelumnya, ketika senja tiba, Matahari juga menghilang. Akhirnya, Nabi Ibrahim menemukan Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah Swt. yang menciptakan bintang, Bulan, Matahari, dan semua yang ada di alam ini.

Tidak Ada Nenek-Nenek di Surga (ed. Islam Agamaku, Hal Gaib)

“Wahai Rasulullah, apakah saya akan masuk surga?” Tanya seorang nenek tua kepada Rasulullah Saw. “Tidak ada nenek-nenek di surga,” jawab Rasulullah Saw. sambil tersenyum. Mendengar jawaban itu, si Nenek langsung menangis sedih. “Jangan bersedih! Aku hanya bercanda.” Rasulullah Saw. menghibur, “Maksudku, di surga itu semua menjadi muda kembali, termasuk nenek!” Mendengar itu, si Nenek langsung tersenyum.

Manusia Lebih Hebat (ed. Islam Agamaku, Hal Gaib)

“Siapa yang dapat memindahkan singgasana Ratu Balqis ke Istanaku?” Tanya Nabi Sulaiman a.s. kepada para pengawalnya. “Aku dapa membawa singgasana itu kepedamu, sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu,” kata salah satu jin. Nabi Sulaiman tersenyum. “Terima kasih, ada yang dapat lebih cepat dari itu?” tanya beliau. Seorang Mukmin yang pandai kemudian berdiri. Dengan rendah hati ia berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu, sebelum matamu berkedip.” “Alhamdulillah, lakukanlah!” perintah Nabi. Teman-teman, dalam sekejap singgasana Ratu Balqis tiba di ruangan itu. Semua yang hadir takjub dan mengucapkan pujian kepada Allah Swt. Nah, itulah bukti bahwa manusia yang lebih beriman pasti lebih hebat daripada jin.

Selamat Karena Syahadat (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Dalam sebuah  pertempuran, seorang tentara Muslim berhasil mengalahkan seorang tentara musuh. Beberapa saat sebelum tentara Muslim menghujamkan pedangnya, si Musuh membaca syahadat. Lalu Rasul melarang tentara Muslim untuk membunuhnya. Sebab, dia sudah menjadi Muslim. Si tentara Muslim berkata, “Wahai Rasul, dia bersyahadat hanya pura-pura agar tidak dibunuh.” Rasul menjawab, “Hanya Allah Swt. yang tahu apakah syahadatnya pura-pura atau sungguh-sungguh.”

Bertemu Dengan Allah (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Rasul kita pernah brtemu dengan Allah Swt. dalam perjalanan Mi’raj. Kita juga dapat bertemu dengan Allah Swt. lho! Caranya dengan melaksanakan shalat. Menurut Rasul, shalat itu mi’rajnya orang beriman. Jadi, saat shalat sebetulnya kita sedang bertemu Allah Swt.

Menolong Nenek Tua (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Dalam perjalanan pergi haji, Abdullah bin Mubarak bertemu dengan seorang nenek. Nenek itu memungut bangkai burung untuk dimakan. Sebab, dia tidak mempunyai sedikitpun makanan untuk mengisi perutnya yang lapar. “Aduh, kasihan sekali nenek itu,” bisik Abdullah dalam hati. Tanpa ragu, Abdullah memberikan uangnya kepada nenek tadi. Abdullah tidak jadi berangkat haji karena tidak punya uang lagi. Akan tetapi, Abdullah tetap mendapat pahala haji. Sebab, Allah Swt. telah mengutus malaikat untuk menggantikannya berhaji.

Boleh Tidak Puasa (ed. Islam Agamaku, Rukun Islam)

Ibnu Abas pernah melakukan perjalanan bersama Nabi Muhammad Saw. ke Makkah pada bulan Ramadhan. Mulanya mereka melaksanakan puasa. Namun, di tengah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat membatalkan puasanya. Jadi, jika melakukan perjalanan jauh, kita boleh tidak puasa. Akan tetapi, kita harus menggantinya di hari yang lain. Demikian juga, jika tubuh kita sedang sakit.

Tidak Ada Yang Sanggup Menjadi Khalifah (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Dahulu Allah Swt. menawarkan jabatan khalifah kepada beberapa makhluk-Nya. Allah Swt. menawarkannya kepada langit, Bumi, dan gunung. Ternyata, mereka tidak menyanggupinya. Akhirnya, manusia yang menyanggupi untuk menjadi khalifah.

Baju Besi dan Orang Yahudi (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Suatu hari, Ali melihat seorang Yahudi membawa baju besi miliknya. Ali mengenali cirri-ciri baju besi itu. “Hei, kembalikan baju besi milikku!” kata Ali. Tetapi, orang Yahudi itu tidak memberikannya. Keduanya bersepakat untuk mengajukan permasalahan ini ke pengadilan Islam. Tetapi, Ali tidak dapat menghadirkan saksi. Akhirnya, Pak Hakim memutuskan bahwa baju besi itu milik orang Yahudi. Melihat keluhuran akhlak Ali dan keadilan pengadilan Islam, orang Yahudi itu mengakui bahwa baju besi itu bukan miliknya, melainkan milik Ali. Lalu, orang Yahudi itu menyerahkan baju besi itu kepada Ali dan ia pun masuk Agama Islam.

Menjenguk Musuh Yang Sakit (ed. Islam Agamaku, Konsep Penting)

Shalahuddin Al-Ayyubi memimpin umat Islam saat berperang melawan tentara Kristen pada Perang Salib. Suatu ketika, Richard, si Hati Singa, pemimpin Kristen jatuh sakit. Shalahuddin Al-Ayyubi langsung datang menjenguknya.

 

Sumber : “Ensiklopedi Bocah Muslim” edisi Islam Agamaku

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.