Suatu malam si abicay ngajak nonton Red Cliff II. Awal nonton sih agak-agak bengong, soalnya sebelumnya engga pernah nonton Red Cliff I, cuma sempet lihat sekilas aja di suatu seminar. Setelah film berakhir baru deh nyadar kalo ini film bagus banget. Nonton Red Cliff I nya insyaAllah segera menyusul. Berikut sinopsis dari film Red Cliff II.
***
Pada akhir pemerintahan Dinasti Han, Cao Cao, Perdana Menteri yang licik telah berhasil meyakinkan Kaisar Han, bahwa jalan menyatukan seluruh Tiongkok adalah mengumumkan perang pada kerajaan Xu di Barat dan Wu Timur di selatan. Kelicikan Cao Cao dalam hal ini membuat Sun Quan dan Liu Bei sadar sehingga akhirnya mereka bersatu membentuk suatu aliansi untuk melawan Cao Cao.
Sun Shangxiang, adik perempuan Sun Quan, menyamar sebagai laki-laki dan menjadi mata-mata di antara pasukan Cao Cao. Di tengah peperangan antara Cao Cao dan dua kubu, Sun Quan dan Liu Bei yang bersekutu tiba-tiba saja pasukan Cao Cao diserang wabah penyakit yang mematikan. Beberapa tentara yang semula sehat tiba-tiba saja jatuh sakit dan mati. Cao Cao yang licik kemudian malah memanfaatkan kelemahan ini untuk menghancurkan dua musuhnya.
Cao Cao mengirim mayat tentaranya ke wilayah Sun Quan dan Liu Bei agar wabah yang sama dapat menulari mereka juga, dan taktik ini berhasil. Shangxiang mengirimkan berita wabah ini melalui merpati pos. Tapi Sun Quan menolak menyerang Cao Cao, karena menurutnya tidaklah etis untuk menyerang saat tentara mereka sakit. Di tengah wabah yang menyerang, Liu Bei memutuskan untuk berpisah dari Sun Quan. Mendengar berita itu, Cao Cao merasa taktiknya telah berhasil dan mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan ini.
Dengan jumlah pasukan hanya berjumlah 30.000, Sun Quan dan sekutunya tetap harus berperang untuk melawan pasukan Cao Cao yang berjumlah ratusan ribu orang. Segala taktik akan kekuatan dan akal, baik di darat maupun di air disiapkan untuk memenangkan pertarungan sengit ini.
Zhuge Liang membuat perjanjian dengan Zhao Yu. Dalam 3 hari, Zhuge Liang akan membawakan 100 ribu panah. Bila gagal, Zhao Yu akan memenggal kepalanya. Sebagai gantinya, Zhao Yu juga harus bisa membunuh jendral ahli strategi Cao Cao. Bila gagal, kepala Zhao Yu yang akan dipenggal.
Zhuge Liang membawa beberapa kapal yang dilapisi jerami dan diisi orang-orangan dari jerami. Dengan dibantu kabut tebal, kapal mereka tidak terlihat jelas oleh tentara Cao Cao. Jendral Cao Cao mengira bahwa tentara musuh menyerang, karena itu, dia memerintahkan untuk memanah seenaknya ke arah mereka. Panah-panah menancap di jerami, dah Zhuge Liang berhasil pulang membawa 100.200 anak panah.
Seorang utusan Cao Cao yang merupakan teman kecil Zhao Yu, datang untuk meminta Zhao Yu menyerah karena sangat kalah dalam hal jumlah tentara. Zhao Yu sengaja menjebaknya, dengan tak sengaja menjatuhkan surat palsu. Surat itu merupakan tiruan tulisan tangan jendral ahli strategi Cao Cao, yang mengatakah bahwa ia akan membunuh Cao Cao.
Karena tulisan tangannya sama persis, ditambah kelalaian si jendral yang dicuri panahnya, Cao Cao memutuskan untuk memenggal si jendral. Ini mengakibatkan Cao Cao kehilangan ahli strategi yang mengetahui tentang ciri-ciri cuaca.
Angin barat sedang bertiup kencang. Ini amat menguntungkan pihak Cao Cao. Dia bisa menyerang dengan api. Api akan dengan cepat membakar kapal-kapal Sun Quan yang datang dari arah sebaliknya. Tapi menurut Zhuge Liang, angin ini akan segera berganti arah. Jadi mau tidak mau, mereka harus menunggu sampai angin berganti menjadi angin timur, supaya tentara Cao Cao yang tersambar api.
Untuk mengulur waktu, diam-diam Xiao Qiao, istri Sun Quan pergi ke wilayah Cao Cao. Xiao Qiao meminta agar Cao Cao tidak menyerang, demi alasan kemanusiaan. Tapi Cao Cao menolak. Akhirnya tepat sebelum perang dimulai, Xiao Qiao mengajak Cao Cao untuk minum teh. Dia sengaja bicara panjang lebar agar arah angin berubah. Angin pun akhirnya berubah. Saat itulah tentara Sun Quan menyerang.
Ternyata, Liu Bei tidak menyerah. Pengunduran dirinya dari persekutuan hanya sebuah strategi untuk mengelabui Cao Cao. Tentara Liu Bei pun menyerang perkemahan Cao Cao dari arah belakang, sementara tentara Sun Quan menyerang dari depan.
Perang dimenangkan oleh Sun Quan dan Liu Bei. Xiao Qiao pun pulang kembali dengan selamat. Film diakhiri dengan percakapan antara Sun Quan dan Zhuge Liang. Mereka mengakhiri persekutuan mereka. Sun Quan mengatakan bahwa suatu hari mereka akan saling berhadapan.
